Berada
di tengah-tengan ibu-ibu pembelajar adalah kebahagian luar biasa yang saya
syukuri setiap saat, bagimana tidak saya yang butuh bimbingan dan penguatan
yang haus informasi dan ilmu ini bisa belajar dan mendengar langsung dari
pengalaman yang di share di grup bunda Sayang ini. Mendapat materi dan
tantangan kemandirian di kelas bunda sayang membuat saya semakin merasa bahwa
saya benar-benar masih 0 besar selama ini dalam menjalankan peran saya sebagai
manusia dan hamba Allah, sebagaimana sabda Rasulullah yang mengatkan bahwa setiap diri kita
adalah seorang pemimpin, terutama pemimpin bagi dirinya sendiri. Dengan semua inner
child yang saya alami saya tumbuh sebagai orang yang selalu merasa rendah diri,
gampang menyerah, dan tidak punya semangat. Padahal dalam hati terdalam saya
selalu mengatakan bahwa saya mampu, saya
bisa, saya pantas. Tapi bayang-banyang dan pengaruh inner chail masih
begitu mendominasi pikiran bawah sadar saya, saya akan kembali ketitik dimana saya
merasa tidak berdaya dan tidak mampu melakukan apa yang bisa orang lain
lakukan. Sungguh ini adalah cara terhalus dalam menyiksa diri, saya tidak
merasa bahagia dengan diri saya yang gampang putus asa dan tidak mau berusaha. Pantas
jika selama ini saya masih belum layak dikatakan dewasa, karena memang saya
belum pantas, saya belum selesai dengan urusan saya, bagaiman saya harus
memulai ?
Memaafkan
orang-orang dan kejadian-kejadian masa lalu yang tidak menyenangkan, saya sudah
berusaha untuk berdamai dengan ini dan tidak mau lagi mengingat masa kelam itu,
walau sosok itu masih saya temui sampai hari ini, pelan-pelan saya selalu
berusaha berfikir positif dengan niat karena Allah tentu saya tak ingin menjadi
seorang yang menyimpan dendam karena ingatan dimasa kecil dan remaja.
Naudzubillah.. terlebih mereka adalah saudara saya yang kala saya kecil dan
remaja itu mungkin khilaf dalam mengajari dan membimbing saya. Saya selalu
berusaha berhusnudzon bahwa semua atas izin Allah dan pasti semua hal tersebut
mempunyai hikmah yang bisa saya ambil dan jadikan pelajaran. Dan.. memang benar
banyak himah dan pelajaran saya dapatkan dan tentu saya harus amalkan kelak seperti
apa yang saya dapatkan sekarang, tentang bagimana saya harus menjadi pemutus
rantai inner child dalam keluarga saya kelak.
Yaa..
saya sedang belajar mengunyah ilmu yang diberikan di grup bunda sayang ini,
dengan kunyakan tidak cukup 5-11 kali, seperti sunnah Rasulullah bahwa kunyahan
yang baik adalah minimal 37 kali, agar semua komponen yang masuk kedalam mulut
menyatu dan mudah dicerna sehingga nutrisinya maksimal tersalurkan, dan saya
belum sampai pada kunyahan ke sekian, mungkin baru 1 dan 2 kunyahan..
Maafkan
saya, jika dalam tugas tantangan belum mampu maksimal dalam peraktik dan
tulisan, do’akan saya agar mampu menyusul bunda-bunda semua menjadi hamba Allah
yang mulia dan bahagia karena dapat menemukan fashionnya untuk dapat
menjalankan misi hidup.