Senin, 27 Februari 2017

Melatih Kemandirian Day #2


Masih dengan tugas kemandirian secara fisik, hari ini saya mencoba disiplin dan belajar kembali untuk melakukan food combaining, bangun tidur sebelum salat subuh saya langsung memasak air untuk membuat perasan jeruk nipis , kebetulan setok jeruknya masih ada. Rasanya seperti biasa asaamm sengaja saya tidak tambahkan gula/madu karena saya ingin menikmati rasa asamnya.. huhu  >_<. Dalam food combaining saat meminum jeniper/lemper harus dengan aturan dimana saat menyeduh jeniper/lemper air hangat harus lebih dulu disimpan di gelas setelah itu baru jeruk diperas dan diaduk, hal ini dilakukan agar kandungan berupa enzim dalam jeruk tidak rusak karena di guyur air panas, dan ketika meminum harus pelan-pelan, saat meneguk jangan langsung ditelan tapi tahan dulu dalam mulut sampai terasa air liur kita menyatu dengan jeniper, baru pelan-pelan kita telan air tersebut, lakukan demikian sampai air habis. Selesai. Tapii saya melakukannya tadi agak terburu buru karena akan segera solat subuh, dan saya sebelumnya mengosok gigi saat wudhu padahal sebenarnya saat mulut masih kering minum perasan jeruknya >_< semoga selanjutnya lebih memperhatikan detail-detailnya lagi. Hari ini berfood combainging tapi masih melanggar banyak juklak, yang harusnya makan pagi eksklusif buah saya jam sekitar jam 10 an malah sudah makan tahu goreng + mentimun, kacang panjang >_<  niat awal tahu goreng dan teman-temannya mau saya bawa bekal untuk makan siang  karena mau ke perpustakaan daerah pagi ini.
Untuk hari-hari berikutnya, semoga saya bisa komitmen kembali  dengan program food combaining ini sebagai ikhtiar dalam menjaga kesehatan tubuh, karena sebelumnya saat gerd kambuh saya kemudian melakukan food combaining ini dan masyaa Allah memang sangat terasa badan jadi enteng, perut tdak kembung dan walaupun makan sampai kenyak perut rasanya tidak begah dan berat … hehe.

Okee .. lanjutkan,rutinkan dan jadikan kebutuhan nidaaa salam sehatt.. semangat ber FC J

#Level2
#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Melatih Kemandirian Day #1



Setelah kemarin mendapat tantangan ke-1 dikomunikasi produktif , taraa.. sampailah hari ini saya dengan tantangan ke-2 dikuliah bunda sayang tentang bagaimana melatih kemandirian. Hemm mandiri ? sebenarnya saya sempat bingung apa yang harus saya latih terkait kemandirian saya sebagai seorang perempuan, hal-hal dasar seperti mencuci baju, menyapu, mengepel, memasak, adalah hal dasar yang sudah saya latih, terlebih sekarang saya tinggal di kostan yang dituntut untuk mandiri karena tidak tinggal dengan orang tua.
Eiits tapi itu semua ternyata tak cukup untuk mengukur apakah saya sudah mandiri apa belum, masih sangat jauhh .. masih banyak PeeR yang harus dikerjakan serta konsisten untuk berlatih agar menjadi perempuan yang mandiri. Setelah membaca materi dan melihat diskusi di grup bunsay, dan mendapat pencerahan setelah seorang bunda memposting prinsip dari bu Septi bagi seorang yang masih single terkait kemandirian yang harus dilatih dan dikuatkan kemudian searching google. Maka dalam tantangan kali ini saya ingin melatih & menguatakan beberapa bentuk kemandirian saya  yaitu :
1.      Kemandirian secara fisik (personal grooming)
Saya adalah orang yang cuek soal penampilan (make up) bagi saya mencuci muka secara rutin, atau hanya bedakan ketika aktifitas di luar adalah cukup bagi saya, tapi ternyata kemandirian personal grooming harus saya latih dan kuatkan kembali terlebih saya  perempuan yang banyak malasnya untuk merawat tubuh (tidak dirutinkan/tidak dijadwal) ketika semangat maskeran saya akan setiap hari maskeran, tapi setelah itu malas lagi, begitupun dengan berolahraga dan melakukan food combaining >_<  belum konsisten dan perlu dikutkan lagi kesungguhannya. Tapi akhir-akhir ini sebelum sampai pada materi kemandirian di grup bunsay, saya memang sudah berfikir untuk membuat jadwal rutinitas terkait melatih kemandirian secara fisik ini. Hal-hal yang akan saya latih terkait melatih dan menguatkan kemandiria secara fisik adalah : berolahraga, makan dengan prinsip food combaining, merawat kebersihan tubun & wajah. Untuk menjaga konsistensi saya harus terlebih dahulu menumbuhkan kesadaran bahwa semua yang saya lakukan adalah bentuk rasa syukur kepada Allah sang pencipta, bahwa saya harus menjaga dan merawat apa yang telah Allah titipkan berupa jasad ini kepada saya. Maka saya harus menjaga dan merawatnya dengan baik dan benar sesuai apa yang telah dicontohkan dan tidak melanggar syariat.
Hari pertama dalam melatih kemandirian fisik, saya coba dengan melakukan olahraga ringan (10 minutes belly fat workout for women), yang saya unduh di youtube. Sebenarnya menyapu dan mengepel juga menurut saya sudah masuk kategori olahraga >_< hehe.. hanya saja olahraga kali ini lebih di fokuskan untuk melatih kekuatan dan ketahanan tubuh saya, karena dalam gerakan-gerakannya berfungsi antara lain mengencangkan dan menguatkan otot perut, lengan, paha serta meningkatkan metabolisme tubuh. Tak sampai lebih 10 menit saya mengikuti gerakan-gerakan yang di contohkan video tersebut karena sudah lumayan jarang melakukanya saya merasa cape.. hehe.. ya, sebelum tatangan kemandirian ini di berikan saya sudah melakukan olahraga ini sebelumnya  hanya saja sekarang sudah lama tidak dirutinkan lagi.
Olahraga dipagi ini pun saya lakukan dengan masih banyak  gerakanya tidak full diikuti, tapi Alhamdulillah lumayan keringetan >_< . semoga dilain waktu saya bisa full mengkuti gerakan-gerakanya agar mendapatkan hasil yang maksimal. Tubuh yang sehat dan tidak gampang sakit. Aamiin.

Mengutip hadits Rasulullah “ mukmin yang kuat lebih baik dan dicinta Allah daripada mukmin yang lemah … “ ( H.R. Muslim)


#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian

Sabtu, 18 Februari 2017

ALIRAN RASA (Tantangan ke-2)

Ketika masuk di kelas Bunda Sayang, lalu kemudian disuguhi menu materi terkait Komunikasi Produktif saya amat sangat bersyukur, ternyata Allah sedang mengingatkan saya lagi untuk berusaha menjadi pribadi pembelajar. saya adalah orang dengan banyak permasalahan yang berkaitan dengan komunikasi ini. saya termasuk orang yang pendiam dan tidak banyak ngomong terlebih masalah yang sifatnya "privasi". saya termasuk orang yang lebih suka memikirkan dan memendam apa yang menjadi ganjalan sendiri tanpa mau berbagi dan mengkomunikasikannya kelingkungan sekitar. mungkin ini yang membuat saya belum layak dikatakan sebagai wanita dewasa padahal umur saya hampir 23 tahun. hemm, saya akui banyak sekali permasalahan yang saya buat sendiri di karenakan ketidakmampuan saya mengkomunikasikan apa yang menjadi harapan,cita-cita, dan keinginan saya. banyak masalah yang bisa timbul jika kita tidak mampu mengkomunikaisikan apa yang seharusnya dibicarakan bersama.

setelah mendapatkan materi ini saya banyak merenung, menggali, menyusuri jalan pikiran saya, ternyata saya memang tersesat atau mungkin salah jalan, dan  saya seperti dituntun melangkah  ke jalan yang seharusnya saya lewati untuk mencapai tujuan dan misi hidup saya lewat materi ini. 

Terimakasih Insitut Ibu Profesional.