Kamis, 16 Maret 2017

Aliran Rasa Tantangan Melatih Kemandirian


Berada di tengah-tengan ibu-ibu pembelajar adalah kebahagian luar biasa yang saya syukuri setiap saat, bagimana tidak saya yang butuh bimbingan dan penguatan yang haus informasi dan ilmu ini bisa belajar dan mendengar langsung dari pengalaman yang di share di grup bunda Sayang ini. Mendapat materi dan tantangan kemandirian di kelas bunda sayang membuat saya semakin merasa bahwa saya benar-benar masih 0 besar selama ini dalam menjalankan peran saya sebagai manusia dan hamba Allah, sebagaimana sabda Rasulullah yang mengatkan bahwa setiap diri kita adalah seorang pemimpin, terutama  pemimpin bagi dirinya sendiri. Dengan semua inner child yang saya alami saya tumbuh sebagai orang yang selalu merasa rendah diri, gampang menyerah, dan tidak punya semangat. Padahal dalam hati terdalam saya selalu mengatakan bahwa saya mampu, saya  bisa, saya pantas. Tapi bayang-banyang dan pengaruh inner chail masih begitu mendominasi pikiran bawah sadar saya, saya akan kembali ketitik dimana saya merasa tidak berdaya dan tidak mampu melakukan apa yang bisa orang lain lakukan. Sungguh ini adalah cara terhalus dalam menyiksa diri, saya tidak merasa bahagia dengan diri saya yang gampang putus asa dan tidak mau berusaha. Pantas jika selama ini saya masih belum layak dikatakan dewasa, karena memang saya belum pantas, saya belum selesai dengan urusan saya, bagaiman saya harus memulai ?
Memaafkan orang-orang dan kejadian-kejadian masa lalu yang tidak menyenangkan, saya sudah berusaha untuk berdamai dengan ini dan tidak mau lagi mengingat masa kelam itu, walau sosok itu masih saya temui sampai hari ini, pelan-pelan saya selalu berusaha berfikir positif dengan niat karena Allah tentu saya tak ingin menjadi seorang yang menyimpan dendam karena ingatan dimasa kecil dan remaja. Naudzubillah.. terlebih mereka adalah saudara saya yang kala saya kecil dan remaja itu mungkin khilaf dalam mengajari dan membimbing saya. Saya selalu berusaha berhusnudzon bahwa semua atas izin Allah dan pasti semua hal tersebut mempunyai hikmah yang bisa saya ambil dan jadikan pelajaran. Dan.. memang benar banyak himah dan pelajaran saya dapatkan dan tentu saya harus amalkan kelak seperti apa yang saya dapatkan sekarang, tentang bagimana saya harus menjadi pemutus rantai inner child dalam keluarga saya kelak.
Yaa.. saya sedang belajar mengunyah ilmu yang diberikan di grup bunda sayang ini, dengan kunyakan tidak cukup 5-11 kali, seperti sunnah Rasulullah bahwa kunyahan yang baik adalah minimal 37 kali, agar semua komponen yang masuk kedalam mulut menyatu dan mudah dicerna sehingga nutrisinya maksimal tersalurkan, dan saya belum sampai pada kunyahan ke sekian, mungkin baru 1 dan 2 kunyahan..

Maafkan saya, jika dalam tugas tantangan belum mampu maksimal dalam peraktik dan tulisan, do’akan saya agar mampu menyusul bunda-bunda semua menjadi hamba Allah yang mulia dan bahagia karena dapat menemukan fashionnya untuk dapat menjalankan misi hidup.

Sabtu, 11 Maret 2017

Melatih kemandirian Day #10


Hari ini saya menguatkan kembali bentuk  kemandirian dalam memenage waktu dalam rutinitas seehari-hari, pagi-pagi setelah solat subuh dan melakukan aktifitas  dzikir almatsurat dan mengaji, saya kemudia menyapu kosan, dilanjutkan dengan menyetrika baju, mencuci baju, dan kemudian memasak dan hari ini saya berencana  pergi ke perpusda. Alhamdulillah hari ini hari terakhir membuat tulisan tantangan kemandirian, tapi latihan kemandirian ini tidak selesai sampai disini, karena latihan kemandirian harus terus dilatih seumur hidup masih banyak peer kemandirian yang haru saya latih dan kuatkan diantaranya adalah kemandirian secara finansial, kemandirian intelektual kemandiran emosional. Dan bentuk kemandirian yang ingin saya latih dalam waktu dekat ini adalah  yaitu tentang kemandirian secara financial, selama ini saya dalam mengatur keuangan masih banyak kekurangan atau bisa dibilang berantakan. Saya yang masih bersatus mahasiswa (akhir) saat ini alhamdulillah bisa dikatakan tidak sepenuhnya bergantung kepada orang tua terkait uang jajan selama dikosan. Saya mendapat pemasukan uang jajan dari hasil mengajar les privat dari 3 orang siswa. Alhamdulillah dengan penghasilan dari mengajar les itu saya bisa membeli beberapa kebutuhan yang tidak berkaitan dengan kuliah dengan uang saya sendiri. Hanya saja saya masih belum mampu mengatur dan merinci kebutuhan yang memang harus dipenuhi atau hanya membeli karena keinginan (nafsu). Maka untuk melatih & menguatakan kemandirian financial, saya membuat list atau catatan keuangan harian, mingguan dan bulanan. Hal yang saya lakukan pertama adalah membuat list mingguan untuk daftar belanja makanan diantaranya sayur, buah dan lauk. Untuk list bulanan saya buat untuk kebutuhan seperti, membeli sabun mandi, sabun pencuci muka, sabun cuci,odol, dll. Dan untuk list harian saya perkirakan pengeluaran maksimal sebanyak 10 ribu. Dan tak lupa juga saya rencanakan untuk selalu menyisihkan sebagian uang untuk disimpan, dan menyimpan sebagian untuk kebutuhan lain diluar rencana saya. Oya kadang juga kalau saya pulang, orang tua masih memberi saya uang , hihi Alhamdulillah .. rencana kedepan setiap uang pemberian yang dikasih orang tua akan saya simpan (tabungkan).

#Level2
#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Melatih kemandirian Day #9



Hari ini adalah jadwal saya untuk mengisi mentoring di kampus, dalam buku bunda cekatan ada materi public speaking dan dalam hal ini saya benar-benar masih harus banyak latihan dan memperbanyak jam terbang, saya bukan orang yang suka berbicara di public, tapi ini adalah tantangan sekaligus amanah yang harus saya tunaikan. Malam sebelum mengisi mentoring saya sudah siapkan materi dan berlatih bagaimana nanti menyampaikan materi tersebut kepada mentee saya, hari itu pun tiba, tak disangka ternyata hari itu mentee saya banyak yang datang, awalnya saya sempat gerogi untuk menyampaikan materi mentoring ini tapi bismillah wa Alhamdulillah mentoring pekanan hari ini berjalana lancar. J

#Level2
#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Melatih kemandirian Day #8



Sudah sampai dihari kedelapan, hari ini saya ingin bercerita tentang latihan kemandirian saya dalam latihan memasak, kemarin pulang dari rumah ibu membekali saya beras, uli, pisang tanduk dan kacang panjang, awalnya saya berfikir kacang panjangnya akan buat saya lalapan saja nanti saat makan, tapi ternyata baru sehari dibawa dari  rumah kacangnya mulai sedikit layu, karena hari ini saya akan ke Perpusda saya ingin membawa bekal makan. Akhirnya pagi itu sebelum beres-beres kosan, pagi-pagi sekali saya sempatkan untuk memasak tumis kacang panjang, kemudian uli goreng dan juga pisang tanduk goreng. Demikian bekal makan saya pagi ini.. J

#Level2
#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Melatih kemandirian Day #7



Hari ini saya berusaha konsisten untuk melakukan latihan personal grooming, karena sekarang saya sedang di kosan maka kalau kemarin saat di rumah saya melakukan beberapa cara merawat wajah dengan cara-cara dan bahan-bahan yang lumayan ribet (menurut saya) sekarang saya hanya melakukan perawatan dengan bahan yang tersedia di kosan. Sebelum tidur  saya membuat toner dari campuran cuka apel + air putih yang di simpan di botol sray bekas, racikan toner ini bisa untuk di pakai beberapa kali nantinya >_< dan tak lupa saya juga kembali maskeran dengan bahan yang ada di kosan, kebetulan stok madu masih banyak, jadilah malam ini saya maskeran dengan madu. Demikian cerita saya hari ini J

#Level2
#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Kamis, 09 Maret 2017

Melatih kemandirian Day #6



Tiga hari dirumah saya manfaatkan betul untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan personal grooming, hari ini saya mencoba untuk melakukan perawatan rambut (creambath) di rumah. Sebelumnya untuk merawat rambut saya hanya rutin keramas maksimal 2 hari sekali, tapi karena membaca materi di buku Bunda Cekatan tetang personal grooming tentang merawat rambut,  hari ini saya ingin mencoba melakukan creambath karena akhir-akhir ini rambut saya terlihat kusam dan tipis. Saya tidak terlalu suka dengan sesuatu yang ribet dan lama, maka saya melakukan crembath tidak lebih dari 20 menit >_<  .

#Level2
#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Melatih kemandirian Day #5



Mumpung masih di rumah hari ini saya kembali belajar untuk melatih kemandiriaan dalam personal grooming, pagi ini saya mencoba untuk maskeran menggunakan putih telur J kebetulan di rumah stok telur tinggal satu dan itupun telur bebek >_< hehe. Jadilah saya hari itu maskeran dengan putih telur bebek, sebelumnya saya sudah pernah mendengar dan membaca beberapa artikel terkait manfaat putih telur untuk mengecilkan pori-pori dan mengangkat komedo karena daya rekatnya. Karena saya punya masalah tersebut, tidak ada salahnya saya mencoba masker ini. Hehe walaupun sedikit bau amis, pagi itu saya maskeran dengan putih telur dengan meliat contoh di video tutorial J

#Level2
#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Melatih kemandirian Day #4



Hari ke empat dalam melakukan kemandirian fisik kali ini saya mencoba untuk melakukan facial, seperti yang disarakan di buku bunda cekatan dalam melatih kemandirian dalam personal grooming ada bagian yang menceritakan bahwa seorang perempuan harus mampu merawat tubuhnya dan salah satunya adalah kemapuan untuk merawat wajah dengan facial, karena belum pernah melakukannya maka hari ini karena sedang dirumah saya  sudah berencana untuk mencoba facial sendiri di rumah, seperti yang pernah saya ceritakan di awal  saya bukan perempuan yang suka dan rajin merawat wajah, jangankan facial (yang akan saya lakukan sekarang) untuk memakai crem pelembab saat keluarpun saya kadang malas >_< (maafkann). Untuk belajar melakukan facial di rumah saya mendowload video tutorial facial di rumah yang dirasa mudah menurut saya, kemudian sebelum pulang ke rumah sayapun membeli beberapa kebutuhan facial seperti yang digunakan di video tersebut, saya membeli kuas masker, cream peeling dari wardah, dan sikat gigi (bulu sikat yang halus). Malamnya di rumah saya melakukan facial, mulai dengan memasak air untuk membuka pori-pori wajah lalu  mencuci muka, dan peeling dengan sikat gigi. Waaw ternyata perih juga peeling dengan menggunakan sikat gigi >_< dilanjutkan dengan maskeran oatmeal+madu dan di akhiri dengan mencuci muka dan memakai serum wajah. Demikian cerita facial pertama saya di rumah, wajah lumayan terlihat bersih sedikit cerah dan terasa lembut.. hehehe. Okee facial hari ini behasil… selanjutnya semoga konsisten minimal setiap pulang ke rumah saya harus facial. Hehe

#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian

Melatih kemandirian Day #3


Hari ke-3 dalam melatih kemandirian  masih dengan rutinitas yang sama, saya mencoba kembali melakukan olahraga pagi dan ber FC, hari ini Fc saya berantakan karena stok buah dan sayuran habis, saya pun pagi-pagi sekali pergi ke pasar untuk kembali menyetok buah dan sayuran. Dan karena hari ini saya gagal ber Fc saya pun memutuskan untuk menceritakan latihan kemandirian saya  hari ini yaitu  saya mencoba melatih kemandirian intelektual, hari ini hari pertama saya ikut belajar tahsin dimana untuk menunjang kemapuan baca al-quran yang baik saya harus belajar mahorijul huruf, hukum tajwid dan lain-lain. Saya rasa belajar tahsin adalah prioritas saya saat ini karena saya ingin kelak mempunyai anak yang menghafal al-quran, maka sedikit-sedikit saya mencoba untuk belajar ilmu tentang bagaimana cara membaca al-quran yang baik dan benar. Sebelumnya saya pernah ikut komunitas One day one ayat dimana setiap hari saya harus menyetorkan minimal 3 baris ayat Al-quran, akan tetapi itu tidak berlangsung lama karena saya merasa saya harus belajar dan memperbaiki cara membaca quran yang baik terlebih dahulu sebelum menghafal.


#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian

Senin, 27 Februari 2017

Melatih Kemandirian Day #2


Masih dengan tugas kemandirian secara fisik, hari ini saya mencoba disiplin dan belajar kembali untuk melakukan food combaining, bangun tidur sebelum salat subuh saya langsung memasak air untuk membuat perasan jeruk nipis , kebetulan setok jeruknya masih ada. Rasanya seperti biasa asaamm sengaja saya tidak tambahkan gula/madu karena saya ingin menikmati rasa asamnya.. huhu  >_<. Dalam food combaining saat meminum jeniper/lemper harus dengan aturan dimana saat menyeduh jeniper/lemper air hangat harus lebih dulu disimpan di gelas setelah itu baru jeruk diperas dan diaduk, hal ini dilakukan agar kandungan berupa enzim dalam jeruk tidak rusak karena di guyur air panas, dan ketika meminum harus pelan-pelan, saat meneguk jangan langsung ditelan tapi tahan dulu dalam mulut sampai terasa air liur kita menyatu dengan jeniper, baru pelan-pelan kita telan air tersebut, lakukan demikian sampai air habis. Selesai. Tapii saya melakukannya tadi agak terburu buru karena akan segera solat subuh, dan saya sebelumnya mengosok gigi saat wudhu padahal sebenarnya saat mulut masih kering minum perasan jeruknya >_< semoga selanjutnya lebih memperhatikan detail-detailnya lagi. Hari ini berfood combainging tapi masih melanggar banyak juklak, yang harusnya makan pagi eksklusif buah saya jam sekitar jam 10 an malah sudah makan tahu goreng + mentimun, kacang panjang >_<  niat awal tahu goreng dan teman-temannya mau saya bawa bekal untuk makan siang  karena mau ke perpustakaan daerah pagi ini.
Untuk hari-hari berikutnya, semoga saya bisa komitmen kembali  dengan program food combaining ini sebagai ikhtiar dalam menjaga kesehatan tubuh, karena sebelumnya saat gerd kambuh saya kemudian melakukan food combaining ini dan masyaa Allah memang sangat terasa badan jadi enteng, perut tdak kembung dan walaupun makan sampai kenyak perut rasanya tidak begah dan berat … hehe.

Okee .. lanjutkan,rutinkan dan jadikan kebutuhan nidaaa salam sehatt.. semangat ber FC J

#Level2
#KuliahBunsayIIP

#MelatihKemandirian

Melatih Kemandirian Day #1



Setelah kemarin mendapat tantangan ke-1 dikomunikasi produktif , taraa.. sampailah hari ini saya dengan tantangan ke-2 dikuliah bunda sayang tentang bagaimana melatih kemandirian. Hemm mandiri ? sebenarnya saya sempat bingung apa yang harus saya latih terkait kemandirian saya sebagai seorang perempuan, hal-hal dasar seperti mencuci baju, menyapu, mengepel, memasak, adalah hal dasar yang sudah saya latih, terlebih sekarang saya tinggal di kostan yang dituntut untuk mandiri karena tidak tinggal dengan orang tua.
Eiits tapi itu semua ternyata tak cukup untuk mengukur apakah saya sudah mandiri apa belum, masih sangat jauhh .. masih banyak PeeR yang harus dikerjakan serta konsisten untuk berlatih agar menjadi perempuan yang mandiri. Setelah membaca materi dan melihat diskusi di grup bunsay, dan mendapat pencerahan setelah seorang bunda memposting prinsip dari bu Septi bagi seorang yang masih single terkait kemandirian yang harus dilatih dan dikuatkan kemudian searching google. Maka dalam tantangan kali ini saya ingin melatih & menguatakan beberapa bentuk kemandirian saya  yaitu :
1.      Kemandirian secara fisik (personal grooming)
Saya adalah orang yang cuek soal penampilan (make up) bagi saya mencuci muka secara rutin, atau hanya bedakan ketika aktifitas di luar adalah cukup bagi saya, tapi ternyata kemandirian personal grooming harus saya latih dan kuatkan kembali terlebih saya  perempuan yang banyak malasnya untuk merawat tubuh (tidak dirutinkan/tidak dijadwal) ketika semangat maskeran saya akan setiap hari maskeran, tapi setelah itu malas lagi, begitupun dengan berolahraga dan melakukan food combaining >_<  belum konsisten dan perlu dikutkan lagi kesungguhannya. Tapi akhir-akhir ini sebelum sampai pada materi kemandirian di grup bunsay, saya memang sudah berfikir untuk membuat jadwal rutinitas terkait melatih kemandirian secara fisik ini. Hal-hal yang akan saya latih terkait melatih dan menguatkan kemandiria secara fisik adalah : berolahraga, makan dengan prinsip food combaining, merawat kebersihan tubun & wajah. Untuk menjaga konsistensi saya harus terlebih dahulu menumbuhkan kesadaran bahwa semua yang saya lakukan adalah bentuk rasa syukur kepada Allah sang pencipta, bahwa saya harus menjaga dan merawat apa yang telah Allah titipkan berupa jasad ini kepada saya. Maka saya harus menjaga dan merawatnya dengan baik dan benar sesuai apa yang telah dicontohkan dan tidak melanggar syariat.
Hari pertama dalam melatih kemandirian fisik, saya coba dengan melakukan olahraga ringan (10 minutes belly fat workout for women), yang saya unduh di youtube. Sebenarnya menyapu dan mengepel juga menurut saya sudah masuk kategori olahraga >_< hehe.. hanya saja olahraga kali ini lebih di fokuskan untuk melatih kekuatan dan ketahanan tubuh saya, karena dalam gerakan-gerakannya berfungsi antara lain mengencangkan dan menguatkan otot perut, lengan, paha serta meningkatkan metabolisme tubuh. Tak sampai lebih 10 menit saya mengikuti gerakan-gerakan yang di contohkan video tersebut karena sudah lumayan jarang melakukanya saya merasa cape.. hehe.. ya, sebelum tatangan kemandirian ini di berikan saya sudah melakukan olahraga ini sebelumnya  hanya saja sekarang sudah lama tidak dirutinkan lagi.
Olahraga dipagi ini pun saya lakukan dengan masih banyak  gerakanya tidak full diikuti, tapi Alhamdulillah lumayan keringetan >_< . semoga dilain waktu saya bisa full mengkuti gerakan-gerakanya agar mendapatkan hasil yang maksimal. Tubuh yang sehat dan tidak gampang sakit. Aamiin.

Mengutip hadits Rasulullah “ mukmin yang kuat lebih baik dan dicinta Allah daripada mukmin yang lemah … “ ( H.R. Muslim)


#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian

Sabtu, 18 Februari 2017

ALIRAN RASA (Tantangan ke-2)

Ketika masuk di kelas Bunda Sayang, lalu kemudian disuguhi menu materi terkait Komunikasi Produktif saya amat sangat bersyukur, ternyata Allah sedang mengingatkan saya lagi untuk berusaha menjadi pribadi pembelajar. saya adalah orang dengan banyak permasalahan yang berkaitan dengan komunikasi ini. saya termasuk orang yang pendiam dan tidak banyak ngomong terlebih masalah yang sifatnya "privasi". saya termasuk orang yang lebih suka memikirkan dan memendam apa yang menjadi ganjalan sendiri tanpa mau berbagi dan mengkomunikasikannya kelingkungan sekitar. mungkin ini yang membuat saya belum layak dikatakan sebagai wanita dewasa padahal umur saya hampir 23 tahun. hemm, saya akui banyak sekali permasalahan yang saya buat sendiri di karenakan ketidakmampuan saya mengkomunikasikan apa yang menjadi harapan,cita-cita, dan keinginan saya. banyak masalah yang bisa timbul jika kita tidak mampu mengkomunikaisikan apa yang seharusnya dibicarakan bersama.

setelah mendapatkan materi ini saya banyak merenung, menggali, menyusuri jalan pikiran saya, ternyata saya memang tersesat atau mungkin salah jalan, dan  saya seperti dituntun melangkah  ke jalan yang seharusnya saya lewati untuk mencapai tujuan dan misi hidup saya lewat materi ini. 

Terimakasih Insitut Ibu Profesional.